SHARE

Muterfilm.id –My Generation ini adalah film yang gila, semuanya ada di film ini. Mulai dari hal konyol, percintaan, musik hingga rebel. Film yang menceritakan tentang 4 anak SMA ini adalah representasi dari Kids Zaman Now. Di mana perilaku dan kegiatan yang dilakukan oleh 4 sahabat ini memang benar terjadi di dunia nyata. Kita perlu tau, bagaimana anak zaman sekarang bergaul, bermain dan berpikir yang menjadi inti dari film ini. Film yang diperankan oleh Bryan Langelo (Zeke), Arya Vasco (Konji), Alexandra Kosasie (Orly), & Lutesha (Suki) ini berkisah tentang masa liburan Sekolah, di mana mereka mengisi waktu libur dengan kegiatan gila ala kids zaman now.

Di masa liburan ini mereka mendapatkan banyak masalah terutama dengan orangtua, mulai dari gagalnya liburan ke Bali dikarenakan Video Viral mereka yang mengkritik habis Guru dan Orangtua, hingga berakibat hukuman dari kedua orangtua. Yah, dalam adegan awal saja sudah menunjukkan bagaimana anak zaman sekarang memang susah diatur, karena mereka menganggap zaman mereka dan sebelumnya berbeda. Di masa liburan ini semua berubah untuk mereka, mereka memberontak untuk mengekspresikan diri, dan itu adalah sikap tegas, tegas terhadap keinginan.

Acting dari keempat sahabat ini sangat ciamik, chemistrynya sangat kuat, mereka seperti sudah saling mengenal dari kecil. Karakter dari keempat mereka sangat berbeda, dan diperkenalkan dengan santai dalam setiap scene film. Selain chemistry antar sahabat, chemistry dengan kedua orangtua pun sangat kuat. Peran yang dimainkan oleh mereka berempat memang pas, mulai dari berbicara, penggunaan Bahasa, hingga sikap melawan. Terutama pada dialognya, dialog yang dibuat mengalir mengikuti zaman saat ini. Dan keempatnya baru memulai debut film pertama di film ini, sungguh sikap yang sangat berani diambil oleh Sang Produser dan Sutradara, namun meski begitu, overall mereka memang bagus. Terutama untuk Bryan Langelo & Lutesha.

Selain keempat anak SMA tadi sebagai perspektif utama, film ini juga menampilkan perspektif dari orangtua mereka. Orangtua mereka yang memiliki sikap posesif terlihat jelas di film ini, alasan kultur dari zaman lalu dibawa oleh mereka, membuat anak-anak mereka tertekan. Sebab film ini memang ingin menabrakkan 2 generasi sekaligus. Dan ini sungguh memiliki pesan penting.

Penyusunan plot yang dirangkai oleh Upi sang sutradara sungguh menarik, banyak alur dibuat maju-mundur untuk menjelaskan konflik. Namun lemahnya adalah konflik dibuat terlalu banyak,hingga tidak ada konflik yang terlalu dalam dibuat, karena memang tujuan dari film ini memblending semua konflik untuh dilihat secara luas oleh penonton. Meskipun begitu, konflik yang dibuat ini tidak menurunkan kualitas isi film. Konflik dalam film ini sudah dibangun perlahan dari awal, konflik tidak serta merta langsung klimaks, penonton dibuat merasakan dahulu kehidupan mereka. Musik dalam film ini sangat mendukung sekali, terlihat dari setiap konflik musik harus menyesuaikan.

Secara keseluruhan film ini layak ditonton apalagi oleh keluarga. Sebab film ini banyak mengambil menunjukkan kehidupan anak zaman sekarang, sehingga film ini bisa menjadi suatu perspektif untuk orangtua melihat anak zaman sekarang.

 

 

 

 

Facebook Comments