SHARE

Muterfilm.id – Marlina: Si Pembunuh Dalam Empat Babak, adalah sebuah film yang sangat kuat dan penuh emosi. Semua terlihat jelas dari raut wajah Marlina, seorang wanita yang menjadi cerminan wanita di Indonesia yang berjuang untuk bertahan hidup. Sebelum tayang di Indonesia, film ini sudah diputar perdana di Directors Fortnight Festival Film Cannes 2017, New Zealand International Film Festival, Melbourne Film Festival & Toronto International Film Festival. Sudah jelas bahwa nuansa yang dihadirkan dalam film ini sangat berbeda pada film-film komersil, bagaimana cerita, alur dan komposisi yang dibuat sangat penuh akan makna.

Film yang menceritakan kisah Marlina yang didatangi 7 perampok, lalu diancam harta, nyawa dan kehormatannya ini sungguh membuat kita banyak terdiam. Marlina adalah seorang Janda yang tinggal di Sumba, dia dirampok yang kemudian berakhir dengan pemerkosaan, namun dia tidak diam, dia membela diri. Keesokan harinya, Marlina berjalan mencari keadilan untuk dirinya sendiri, namun sikap dari penegak keadilan sangat acuh.

Film ini dibagi dalam empat babak. Babak pertama adalah tentang kengerian dari hidup Marlina, seorang janda yang dirampok dan diperkosa. Babak kedua adalah nuansa humor, dalam babak ini ada teman Marlina yang mencoba membantunya. Babak ketiga adalah keadilan, Marlina yang mencari keadilan diacuhkan begitu saja oleh penegak hukum.  Babak keempat adalah akhir dan awal, ini adalah babak terakhir dari Perjuangan Marlina, dia mengakhiri namun juga membuat awalan baru untuk hidupnya.

Marlina yang diperankan oleh Marsha Timothy ini sungguh luar biasa, dia mampu menggunakan logat Sumba dengan fasih, matanya tetap tegar, berani dan kuat kala harus menerima kenyataan pahit. Novi yang diperankan oleh Dea Panendra ini adalah aktris pendukung wanita yang hebat, dia mampu menunjang Marlina bahkan perannya pun tak kalah oleh Marsha Timothy. Franz seorang perampok yang diperankan oleh Yoga Pratama ini tidaklah mudah, sama seperti Marlina, dia mampu mendalami logat Sumba dengan fasih, bahkan mampu menyanyikan lagu Daerah Sumba dengan baik.

Banyak scene yang diambil secara Wide, ini untuk menunjukkan dua hal, yakni keheningan dan keindahan. Keheningan untuk menunjukkan bagaimana nuansa dalam film ini, dan keindahan bagaimana untuk menunjukkan kepada penonton bahwa Alam Sumba begitu indah. Perlu diingat, ada 2 orang penting dalam pembuatan film ini, yakni Garin Nugroho yang membuat cerita asli, dan Mouly Surya, seorang Sutradara. Di tangan Mouly Surya film ini begitu kuat unsur feminism karena di 2 film terakhir Mouly, dia menggunakan wanita sebagai peran utama.

Film ini sangat amat layak ditonton, kuatnya cerita, kedalaman karakter, membuat kita terbawa dalam emosi sepanjang film.

Facebook Comments