SHARE

Muterfilm.id – Menonton adalah salah satu hiburan sederhana menghilangkan ke bosanan. Sayangnya di Indonesia, budaya menonton film belum terlalu terbentuk seutuhnya. Khususnya, menonton film lokal di bioskop.

Pada artikel ini, muterfilm menemukan beberapa alasan yang membuat orang Indonesia males untuk menonton film lokal, apa saja?

1. Harga tiket yang mahal

Harga tiket cenderung mempengaruhi minat orang untuk pergi ke bioskop. Dibeberapa bioskop rata-rata harga yang di patok untuk hari kerja adalah Rp. 35.000 – 40.000. Sedangkan untuk hari libur Rp. 50.000-70.000 per tiket. Mungkin untuk sebagian orang yang sedang PDKT dengan gebetanya hal tersebut terasa berat. Coba saja, kamu kalikan harga tiket, harga makan, dan parkir. Ya, ratusan ribu yang akan kamu keluarkan untuk sekali PDKT dengan gebetan kamu. Suka tidak suka itulah realita-nya.
2. Stereotip, Film Indonesia selalu jelek

Anggapan ini tentu saja wajar. Karena sistem filter untuk film berkualitas yang akan di tayangkan di bioskop sampai saat ini belum ada. Menerima pengalaman buruk karena mendapati menonton film lokal jelek alias di produksi dengan main main tentu jadi pengalaman yang buruk.

Dan mungkin saja jika ada sistem yang mengatur distribusi kelayakan sebuah film bisa jadi stereotip tersebut hilang. Jadi, film yang berkualitas bisa di tayangkan di bioskop. sebaliknya, hanya di distribusikan lewat DVD atau medium lain.

3. Nanti Juga Tayang di TV

Tak jarang libur panjang seperti libur natal dan tahun baru, stasiun TV menayakan hiburan film lokal meskipun film tersebut baru beberapa bulan telah tayang di bioskop. Anggapan tersebut menjadi salah satu alesan kenapa orang Indonesia males untuk menonton film lokal di bioskop. Padahal, sensai menonton film di TV itu berbeda dengan menonton di bioskop yang tanpa sensor atau potong durasi.

Apakah alasan di atas pernah kalian rasakan? Jika ada alasan yang lain, silakan tambahkan di kolom komentar #mfiders.

Facebook Comments